BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui keikutsertaan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026, Senin (7/9/2026).
Rakor yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut digelar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar. Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., serta diikuti para Asisten, Staf Ahli Bupati, perwakilan Forkopimda dan kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Rakor nasional tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian dan diikuti kepala daerah serta jajaran pemerintah daerah kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam arahannya, Tito Karnavian menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya pengendalian inflasi.
Pemerintah daerah diminta aktif memantau perkembangan harga komoditas, memastikan ketersediaan pasokan, menjaga kelancaran distribusi, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.
Selain pengendalian inflasi, rakor juga membahas Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026. Data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam melihat perkembangan ekonomi sekaligus menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau. Pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama seluruh pihak agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, pengendalian inflasi perlu dilakukan secara konsisten melalui sinergi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Pemantauan harga serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok juga harus dilakukan secara berkala agar pemerintah dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi gejolak harga.
Di sisi lain, Bupati menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata dilihat dari angka statistik, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan,” tambahnya.
Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat, memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.












