KAMPAR KIRI HULU – Wujud kepedulian dan semangat berbagi ditunjukkan keluarga besar Organisasi Masyarakat Putra Kampar (Omputaka) melalui penyaluran santunan kepada 20 anak yatim dalam rangkaian kegiatan Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri di Bumi Perkemahan Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (7/11/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, keluarga besar Omputaka menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp4 juta. Masing-masing anak yatim menerima santunan sebesar Rp200 ribu.
Penyerahan santunan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri yang mengusung semangat pengabdian melalui tiga pilar utama, yakni dakwah, olahraga, dan sosial kemasyarakatan.
Presiden Omputaka, H. Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si mengatakan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Omputaka terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
Menurut Yurnalis yang akrab disapa Udo NBO, kehadiran Omputaka di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya melalui kegiatan olahraga dan keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa kebersamaan keluarga besar Omputaka. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Mungkin nilai bantuan yang diberikan tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka,” ujarnya.

Udo NBO menegaskan bahwa semangat berbagi dan membantu sesama harus terus ditumbuhkan. Baginya, organisasi tidak hanya dibangun untuk kepentingan internal, tetapi juga harus memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya.
Udo NBO yang juga Kadispora Riau ini menyebutkan bahwa kegiatan sosial tersebut sejalan dengan filosofi Omputaka yang ingin tumbuh bersama masyarakat serta mengambil bagian dalam membantu meringankan beban sesama.
“Sebagaimana amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, kita juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut peduli dan mengambil bagian dalam membantu mereka. Jangan sampai keberadaan organisasi hanya dirasakan oleh anggotanya sendiri, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Udo NBO berharap kegiatan santunan anak yatim tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi tradisi kepedulian yang terus dijaga dan dilaksanakan oleh keluarga besar Omputaka.
Melalui Kemah Bhakti Omputaka untuk Negeri, ia ingin menegaskan bahwa semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan nilai penting yang harus terus dirawat.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan bagi semua, dan semakin memperkuat semangat keluarga besar Omputaka untuk terus berbagi serta mengabdi kepada masyarakat dan negeri,” pungkas Udo NBO.












