Tambang – Wakil Bupati Kampar, Dr.Misharti.S.Ag.M.Si, turun langsung ke lapangan melihat kondisi korban kebakaran yang terjadi di Dusun V Kampung Baru Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Senin (9/1).
Peristiwa kebakaran satu rumah milik Abuzar usia 38 tahun yang tentunya menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Kepala Dinas Sosial Drs.Agustar.M.Si, Camat di wakili sekcam Tarmizi Dabri.M.Si, Kepala Desa Kualu Darmawan.SH.
Kebakaran terjadi pada subuh hari jum’at dan dengan cepat menghanguskan satu rumah warga. Api diduga berasal dari korsleting listrik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Wakili Bupati Kampar Dr.Misharti.S.Ag.M.Si datang bersama jajaran pemerintah daerah, aparat kecamatan, serta perangkat desa. Beliau menyampaikan rasa prihatin dan empati mendalam atas musibah yang menimpa warga. Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog langsung dengan korban, mendengarkan keluhan, serta memastikan kebutuhan mendesak seperti tempat tinggal sementara, makanan dan pakaian
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kampar akan berupaya maksimal membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. Jangan pernah merasa sendiri, karena Pemerintah hadir untuk mendampingi,” ujar Misharti.
Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Sosial segera menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, makanan, selimut, tenda gulung , family kit, kasur, kids ware dan peralatan dapur.
Kehadiran Wakil Bupati mendapat sambutan hangat dari warga dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Daerah. Mereka berharap agar bantuan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan, terutama dalam hal pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.
Dr. Misharti menekankan pentingnya solidaritas antar warga. Beliau mengajak masyarakat untuk saling membantu dan bergotong royong dalam menghadapi musibah ini. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan bantuan pembangunan rumah melalui program pemerintah.
“Musibah ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi ujian hidup,” tutup Misharti.












