Kampar

Buka Festival Lipatkain, Bupati: Momentum Emas Kebangkitan Ekonomi Kreatif Kampar Kiri

9
×

Buka Festival Lipatkain, Bupati: Momentum Emas Kebangkitan Ekonomi Kreatif Kampar Kiri

Sebarkan artikel ini

KAMPAR KIRI – Festival Kreatif Lipatkain Season III Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., dihadapan berbagai elemen masyarakat di Pelataran Kantor Lurah Lipatkain, Rabu, (8/4/2026).

Kegiatan ini diadakan selama 4 hari yang menjadi ajang unjuk kreativitas bagi masyarakat lokal sekaligus upaya pelestarian adat istiadat di wilayah Kampar Kiri.

Bupati Ahmad Yuzar dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tahun ini, “Bersama Menjaga Budaya, Bangun Ekonomi Kreatif dengan Hati.

“Ini merupakan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak meninggalkan akar budaya di tengah gempuran modernisasi. Kita ingin ekonomi kreatif tumbuh, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang kita miliki,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, kalimat “dengan hati” ini bukan sekadar hiasan kata. Ini adalah pengingat bahwa dalam membangun ekonomi, kita tidak boleh kehilangan jati diri.

“Produk yang lahir dari hati, yang membawa napas budaya Kampar Kiri, akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar global” ujar Ahmad Yuzar.

Ahmad Yuzar juga menyampaikan bahwa tema tahun ini merupakan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak meninggalkan akar budaya. Sesuai pepatah adat.

“Patah tumbuah hilang bagonti, pusako lamo jan dipasiasi. ekonomi kreatif harus tumbuh tanpa mencabut akar nilai-nilai luhur yang kita miliki,” pungkasnya.

Tampak hadir Kepala Dinas Pariwisata, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, serta Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kampar. Kehadiran para kepala dinas ini bertujuan untuk memastikan pembinaan sektor pariwisata dan pendidikan berbasis budaya dapat berjalan selaras.

Turut hadir juga dalam prosesi pembukaan, Plt. Camat Kampar Kiri, Lurah Lipatkain, serta jajaran pemuka masyarakat yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cerdik Pandai. Kehadiran para tokoh adat ini menegaskan bahwa dukungan moral dan adat menjadi pilar utama kesuksesan festival tersebut.

Acara yang dipadati oleh ribuan masyarakat Lipatkain ini menampilkan berbagai potensi lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas. Festival ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi bangkitnya UMKM di sektor ekonomi kreatif yang dikelola dengan semangat kebersamaan.(adv)