DaerahKamparParlemenPendidikan

Terancam Dirumahkan dan Tak Bisa Ikut PPPK, Ketua DPRD Taridi Sambut Baik Aspirasi Kelompok Guru

519
×

Terancam Dirumahkan dan Tak Bisa Ikut PPPK, Ketua DPRD Taridi Sambut Baik Aspirasi Kelompok Guru

Sebarkan artikel ini

BANGKINANGKOTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Ahmad Taridi menyambut baik aspirasi Dua kelompok guru yang terancam dirumahkan dan tidak bisa ikut tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua. (24/03)

Penyambutan dan diskusi bersama dengan puluhan guru dari tenaga harian lepas (THL) ini dilaksanakan di ruang banggar kantor DPRD Kabupaten Kampar.

Perwakilan guru THL, Hayati (55), guru TK Aisyah 3 Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, mempertanyakan kelanjutan nasib mereka ke depan.

Walaupun mereka yang berjumlah sebanyak 114 orang ditugaskan di sekolah swasta, mereka digaji oleh Pemkab Kampar. Namun, pemberkasan pendaftaran PPPK mereka tidak bisa masuk karena mereka mengajar di sekolah swasta.

“Sekarang ada isu kami akan dirumahkan karena tak ikut PPPK. Bukan tak ikut, tapi sistem menolak kami untuk bisa ikut,” ulas guru yang sudah mengajar selama 23 tahun tersebut.

Mereka sudah bolak-balik ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora), tetapi mereka mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan.

Hayati mengatakan bahwa mereka juga belum dapat menemui bupati. Saat ini, mereka belum pernah menerima gaji dari Januari hingga Maret.

Menanggapi pengaduan guru THL yang bertugas di sekolah swasta tersebut, Ketua DPRD Kampar, Ahmad Taridi berjanji akan mengadakan pertemuan berikutnya dengan menghadirkan dinas dan badan terkait, Ia meminta para guru tetap sabar dan ikhlas dalam mengajar.

Anggota Komisi II DPRD Kampar, Pirdaus, mengatakan bahwa ia belum bisa memberikan jawaban yang konkret. Ia menyarankan para guru bersurat ke Komisi II, dan nantinya akan diadakan rapat dengar pendapat.

“Kalau regulasinya ada, kami akan perjuangkan THL agar bisa masuk,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.

Sementara itu, kelompok guru kedua yang menyampaikan aspirasi adalah para guru THL yang sebelumnya ikut tes PPPK dari jalur umum namun tidak lolos dalam seleksi. Mereka berjumlah sebanyak 31 orang. Namun, dari 31 orang ini, ada salah satu yang telah “selamat” dan berkasnya memenuhi syarat (MS) untuk mengikuti tes PPPK. Padahal, aturan yang diterapkan Pemkab Kampar kepada kelompok ini melalui BKPSDM Kampar adalah sama.

Juru bicara kelompok ini, Kinarti dari SD Komplek (SDN 006) Langgini, Bangkinang Kota, mengungkapkan keheranan mereka, mengapa ada satu yang lulus sementara 30 lainnya dianggap tidak memenuhi syarat (TMS).

Mereka mengajar tidak hanya di SD, tetapi juga di SMP. Sebagian juga merupakan guru THL provinsi yang masa tugasnya (TMT) sejak 1 Oktober 2006, 2017, dan 2021.

“Kami diperuntukkan di sekolah yang membutuhkan, ada yang ditempatkan di sekolah swasta juga.

Kami di SPT pindah ke negeri pada Januari 2024 dan sebagian pada Juli 2023. Intinya, kami kurang dua tahun mengajar. Tahun 2024 ada penerimaan PPPK tahap satu kami tak bisa masuk, dan kemudian masuk ke tahap dua pun tidak bisa,” ulasnya.

Karena jumlahnya tidak banyak, hanya 30 orang, Kinarti berharap DPRD memperjuangkan nasib mereka agar persyaratan mereka bisa memenuhi syarat untuk ikut tes tahap kedua.

“Kami bukan guru abal-abal, bukan siluman. Sertifikat kami ada. Kami hanya sedikit. Alasan BKD men-TMS-kan kami tak bisa karena masa tugas kurang dua tahun. Tapi ada satu orang yang bisa. Kenapa itu bisa? Kalau satu orang bisa membuka jalan, berarti tiga puluh orang lainnya juga harus terbuka jalannya,” tegas Kinarti.

Dikatakan, di daerah lain mereka bisa diterima, tetapi mengapa di Kampar tidak bisa?, Sementara pemerintah pusat menyerahkan kebijakan itu ke daerah.

Ia berharap DPRD menjembatani mereka dengan BKPSDM dan Disdikpora karena mereka merasa telah lelah memperjuangkan nasib mereka. Mereka juga meminta bisa bertemu dengan Bupati Kampar.

“Sebelumnya kami tak payah basuo do. Potang ndak payah bosuo do, bacai kami,” ungkap Kinarti.

Menanggapi aspirasi kelompok kedua, Ketua DPRD Kampar, Ahmad Taridi secara bergantian menanggapi bersama Sekretaris Komisi I Amir Habib Pakpahan dan Anggota Komisi II Pirdaus.

Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi mengatakan, formasi guru untuk PPPK cukup banyak, tetapi ada kemungkinan OPD di Kampar tidak membuka kesempatan untuk semua tenaga honorer sehingga mengurangi peluang mereka untuk menjadi PNS maupun PPPK.

Menurut Taridi, bisa jadi para guru ini menjadi korban kebijakan sehingga efeknya membuat persyaratan guru menjadi TMS.

“Program awal pemerintah mengangkat guru honorer menjadi PNS/PPPK, tapi tidak suudzon lah. Administrasinya kan di bawah. Pihak pusat melemparkan kebijakan ke daerah karena di pusat kebijakannya bersifat umum,” beber Taridi.

Ia meminta agar aspirasi ini dibuat secara tertulis ke Komisi II dan dinas/badan terkait, dan ia akan membicarakan khusus dengan bupati.

“Kami DPRD akan perjuangkan keinginan bapak/ibu, tapi ingat, kami bukan sebagai penentu,” ulasnya.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, sangat zalim jika tenaga kerja yang telah bekerja sampai Februari tidak dibayarkan gajinya.

“Karena terbitnya surat bupati bulan Februari,” beber Taridi.

Anggota Komisi II dari Partai NasDem, Pirdaus, kembali berjanji mencari solusinya, salah satunya dengan mengajak perwakilan guru berkoordinasi dengan bupati.

Dalam pertemuan berikutnya, ia juga akan mencoba menghadirkan Wakil Bupati karena sebelumnya telah menyampaikan programnya di bidang pendidikan.(adv)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization